PELATIHAN PEMBUATAN LOGO DAN PHOTO PRODUK UNTUK PERSIAPAN E-COMMERCE GERAI AKSI JURUSAN AKL SMKN WIDANG
Entrepreneur muda adalah penggerak ekonomi Pembelajar.
Entrepreneur adalah individu atau kelompok kecil dalam menciptakan inovasi, membuat suatu produk atau mengembangkan ide agar memiliki nilai ekonomis. Dengan kata lain, mereka yang berkecimpung di dunia entrepreneur/kewirausahaan adalah seseorang yang handal memecahkan problematika dilapangan terkait bisnis.
Untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0 dan sebagai alternatif mendorong anak-anak menjadi seorang wirausaha muda SMKN Wdang, khusunya jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga telah beriringan dan bergerak menciptakan inovasi berkelanjutan dalam bidang bisnisdan manajemen.
"Saya berharap kepada siswa jurusan AKL yang telah memiliki income pasif, sudah berjalan, bahkan percaya diri menuangkan konsep ide kedalam suatu bisnis, dengan adanya gerai aksi ini harapannya bisa menjadi BLUD. Harapan kami untuk siswi jurusan AKL, segera membuat pengelolaan dana abadi, mendata para alumni. Dan bersama mengajak seluruh siswa SMKN Widang yang memiliki bakat wirausaha agar segera diberi pendampingan serta modal untuk membesarkan brand marketnya sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk juniornya," tutur Mentor gerai aksi, ibu Khoirun Nisa, S.Pd.
Sebelumnya, dalam persiapan system informasi bahkan system aplikasi produk jurusan AKL (Team Gerai Aksi), M. Bagus Sulistiyanto melaporkan bahwa selain workshop pembuatan brand market, jurusan AKL melakukan sosialisasi tentang gerai aksi. Workshop tersebut diikuti oleh seluruh siwa/i kelas X jurusan AKL dengan jumlah 32 dengan agenda di antaranya Sosialisasi pengisian form kerja sama dengan gerai aksi, pelatihan pembuatan logo, pelatihan pembuatan photo produk, E-Commerce gerai aksi, pembentukan manajemen gerai aksi dan Kewirausahaan.
"Sekolah SMK itu harus membangun suasana atau tradisi wirausaha untuk anak-anak," tambah salah satu peserta olimpiade kantin sehat, Ilfania Ayudita.
AKL SMKN Widang mendorong siswa untuk terus belajar, berinovasi tentang kewirausahaan, serta dapat mengelola bisnis secara mandiri dan profesional. "Untuk sukses jangan berpatokan dengan standart warung. Pengembang produk kreatif membutuhkan proses dan tenaga yang tidak sedikit, "Jangan takut rugi. Dari praktik pembelajaran ini akan ada proses untuk pemecahan setiap masalah. Yang terpenting adalah mengerti kenapa kalian bisa rugi'," tutur ibu Puput Yudha K, S.Pd, KAKOMLI AKL.
Widang, 07 November 2022
Biro Konten Kreatif Gerai
Aksi Aksi
Akuntansi dan Keuangan
Lembaga
